TAHUN AJARAN 2025, SISWA SMA NEGERI 8, DIINJEKSI SKILL

TEGASNEWS.CON – MAKASSAR. Jika tak ada aral melintang siswa SMA negeri 8 Makassar akan di injeksi berbagai skill sesuai bakat dan minat siswa yang diminati.

Menurut Iwanuddin S.Pd., Program pemberian pengetahuan diluar kurikulum formal sebagai upaya sekolah untuk membekali siswa melaksanakan kegiatan secara cermat dan dapat menunjang masa depan di saat kesulitan atau tersandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ” Ini program yang telah kami gulirkan untuk tahun 2025 bagi siswa. Saat ini kesiapan para guru ” ok” tinggal menunggu suara dari orang tua siswa dukungannya” jelas Iwanuddin saat ditemui di ruang kerjanya.

Dituturkan, konstruksi dari program pemberian kecakapan terhadap siswa dengan memberikan pelatihan atau bimbingan khusus dalam jadwal tertentu seperti kursus Modeste, Sablon, kecantikan, metode Wira usaha dan lain lain .” Muaranya sebagai angkatan kerja kelas menengah meski tidak begitu teknis seperti sekolah kejuruan, tapi diharapkan siswa tetap cermat mengetahui skill yang dia pelajari ” ungkap Iwanuddin dengan nada meyakinikan.

Untuk merealisasikannya, rencana diawal tahun ajaran baru akan mengundang seluruh orang tua siswa untuk membicarakan plus mengsosialisasikan lebih tajam akan program yang cukup unik dan menantang ini.

Menyinggung kemungkinan akan terjadinya ” kanibal” dengan kurikulum sekolah kejuruan, Iwanuddin yang cukup dikenal dikalangan media, dengan tegas menyatakan sama sekali tidak, karena waktunya sangat terbatas dan tidak fokus seratus persen namun hanya lebih condong memanfaatkan waktu luang dari anak didik ketimbang terbuang dengan kegiatan yang kurang mendidik.

Iwanuddin kemudian menguraikan proses ide pemberian skill pada siswa muncul, menurutnya, diera digital saat ini, bila tidak punya kemampuan menyaring pengaruh teknologi dampaknya sangat berbahaya khususnya bagi siswa. Iwanuddin bahkan berpandangan dimana saham paling besar kontribusi untuk mengganggu masa depan siswa adalah perkembangan teknologi, terlepas dari manfaat yang juga tidak bisa dipungkiri.Karenanya, kita selaku pendidik harus terus melakukan akselerasi untuk meminimalisir pengaruh teknologi khususnya HP, pada siswa. ” Solusinya? ya menurut saya memberikan pelatihan skill agar waktu luangnya bisa terbagi dengan efektif” tandasnya menutup perbincangan. (Ah/jml)

You might also like