Unismuh Makassar Gelar Bimtek Penulisan Proposal Pengabdian Masyarakat Skema Kewirausahaan

TEGASNEWS.COM – MAKASSAR. Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat, Kamis 10 Juli 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Sidang Muktamar Muhammadiyah ke-47, Kampus Unismuh Makassar.

Bimtek ini dirangkaikan pula dengan sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai penggerak utama dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran dosen dan mahasiswa dalam mendorong perubahan sosial melalui pengabdian berbasis ilmu pengetahuan. Ia menyebutkan, dari 57 program studi di Unismuh, 54 persen telah terakreditasi Unggul dan A.

“Tagline ‘Diktisaintek Berdampak’ harus menjadi semangat kita semua. Dosen dan mahasiswa harus jadi pelopor perubahan. Mahasiswa, khususnya pengurus BEM, harus bersiap jadi pemimpin 10 hingga 20 tahun ke depan,” ujar Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh

Ketua LP3M Unismuh Dr Muh Arief Muhsin yang ditemui disela-sela acara menjelaskan
bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya peningkatan kualitas proposal pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan dan kewirausahaan.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak sarjana, tetapi juga harus menjadi inkubator lahirnya wirausahawan-wirausahawan muda. “Melalui skema kewirausahaan dalam program pengabdian, dosen bersama mahasiswa diharapkan mampu menciptakan tenant-tenant baru yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dalam setiap tahun pelaksanaan program pengabdian, idealnya perguruan tinggi dapat menghasilkan minimal lima tenant wirausaha mahasiswa. Tenant ini diharapkan bukan sekadar proposal atau ide, tetapi benar-benar menjadi unit usaha yang berjalan dan berdampak secara ekonomi maupun sosial di lingkungan sekitarnya.

“Kalau perguruan tinggi bisa menghasilkan lima wirausaha mahasiswa saja setiap tahun, maka dalam lima tahun kita sudah memiliki ekosistem wirausaha muda yang kuat dan mandiri,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri para dosen pengusul proposal pengabdian masyarakat dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX, serta para pendamping program mahasiswa berdampak yang mengusung tema pemberdayaan masyarakat berbasis wilayah dan kewirausahaan.(*)

You might also like