TEGASNEWS.COM – Enrekang, Kamis 17 Juli 2025
Workshop Pembelajaran Mendalam hari kedua di SMA Negeri 2 Enrekang berlangsung dengan semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta. Workshop ini menghadirkan tiga fasilitator yang telah mengikuti pelatihan di Balai Besar Guru dan Teknologi Keterampilan (BBGTK) Sulawesi Selatan. Ketiga fasilitator tersebut membawakan materi yang sangat relevan dan penting dalam pembelajaran mendalam.
Materi pertama pada hari kedua ini adalah “Pola Pikir Bertumbuh” yang dibawakan oleh Drs. Gunawan, M.Si. (Pengawas Satuan Pendidikan) Materi ini menekankan pentingnya mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) di kalangan pendidik dan peserta didik. Drs. Gunawan memaparkan bahwa dengan pola pikir bertumbuh, individu akan lebih terbuka terhadap pembelajaran baru dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih optimis. Beberapa poin penting dalam materi ini antara lain:
– Pengertian Pola Pikir Bertumbuh : Menjelaskan perbedaan antara pola pikir tetap dan pola pikir bertumbuh.
– Manfaat Pola Pikir Bertumbuh : Meningkatkan kemampuan adaptasi, motivasi, dan prestasi.
– Strategi Mengembangkan Pola Pikir Bertumbuh : Langkah-langkah praktis untuk membangun pola pikir positif dalam proses pembelajaran.
Materi berikutnya disampaikan oleh Haryono, S.Pd., M.Pd. yang memfokuskan pada “Perangkat dan Bahan Ajar Pembelajaran Mendalam”. Dalam sesi ini, Haryono menjelaskan bagaimana merancang perangkat pembelajaran yang efektif dan bahan ajar yang mendukung pembelajaran mendalam. Beberapa pokok bahasan dalam materi ini meliputi:
– Komponen Perangkat Pembelajaran : Menyusun silabus, RPP, dan media pembelajaran yang sesuai.
– Kriteria Bahan Ajar yang Baik : Menyediakan bahan ajar yang kontekstual dan menantang.
– Teknik Pengembangan Bahan Ajar : Memanfaatkan teknologi dan sumber daya lokal untuk menciptakan bahan ajar yang menarik dan interaktif.
Kasmiati, S.Pd., M.Pd. menutup sesi hari kedua dengan materi tentang “Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam”. Materi ini sangat penting karena asesmen menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran. Dalam paparannya, Kasmiati menjelaskan berbagai bentuk asesmen yang dapat digunakan dalam pembelajaran mendalam, seperti:
– Asesmen Formatif dan Sumatif : Perbedaan dan penerapannya dalam pembelajaran.
– Teknik Asesmen Autentik : Menggunakan proyek, portofolio, dan observasi sebagai alat penilaian.
– Penggunaan Feedback : Memberikan umpan balik konstruktif untuk mendorong perbaikan dan perkembangan.
Dengan pembahasan yang mendalam dan diskusi interaktif pada setiap sesi, para peserta workshop diharapkan dapat mengimplementasikan pembelajaran mendalam di lingkungan sekolahnya masing-masing dengan lebih efektif. Hari kedua workshop ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kemampuan pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna,ungkap Sukayono.(*)