TEGASNEWS.COM – Bantaeng. Kelompok Tani Baji Pa’mae di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kini menikmati peningkatan hasil panen jagung berkat penerapan teknologi tepat guna melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh dosen dan mahasiswa STIK Stella Maris Makassar bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya Makassar.
Program yang berlangsung dari bulan Agustus hingga September 2025 ini berhasil menghadirkan dampak nyata bagi petani lokal, khususnya dalam hal efisiensi kerja dan peningkatan produktivitas pertanian.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Sebelum program dijalankan, para petani masih menggunakan metode tradisional seperti mencangkul dan menanam secara manual.
Proses tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga melelahkan dan kurang optimal hasilnya.
Melalui PKM ini, para petani diperkenalkan dengan traktor dan mesin penanam benih jagung tipe row seeder yang terbukti mempercepat proses tanam sekaligus memperbaiki tata letak benih.
“Adanya mesin ini, kami tidak lagi kelelahan saat menanam. Lahan menjadi lebih subur dan hasil panen juga lebih banyak,” ujar Rusli, Ketua Kelompok Tani Baji Pa’mae.
Tak hanya sebatas pelatihan penggunaan alat, tim pengabdian juga memberikan pendampingan dalam hal perawatan dan pengoperasian alat secara mandiri.
Langkah ini bertujuan agar pemanfaatan teknologi tepat guna dapat berlangsung berkelanjutan di tingkat petani.
Ketua tim pengabdian, Wirmando, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi modernisasi pertanian yang mengutamakan efisiensi, produktivitas, dan kemandirian petani.
Penerapan alat dan mesin pertanian sederhana menjadi fondasi penting dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya.
Harapannya, petani dapat lebih mandiri dan ke depan bisa memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar serta menambah nilai produk, jelas Wirmando.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan sektor pertanian berbasis teknologi.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kelompok tani di berbagai daerah.***