“SENYUM SEHAT ANAK DESA MELALUI CUCI TANGAN PAKAI SABUN ( CTPS )” KKN KEBANGSAAN XIII.

TEGASNEWS.COM – Makassar. Kebersihan tangan merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan, terutama bagi anak-anak sekolah dasar yang rentan terhadap berbagai penyakit akibat kurangnya kesadaran akan kebersihan diri. Melalui program kerja bertajuk “Senyum Sehat Anak desa Melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)”, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan XIII dari Universitas Indonesia Timur yakni Syahrul Ramadani berinisiatif untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada siswa-siswi SD Negeri 28 Salenrang, Desa Salenrang, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dengan benar sebagai salah satu bentuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, serta demonstrasi langsung praktik enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI.

Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan dengan seksama, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan serta mengikuti praktik mencuci tangan secara langsung yang dipandu oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) kebangsaan XIII. Untuk meningkatkan semangat dan daya tarik kegiatan, disediakan juga hadiah kecil bagi siswa yang aktif berpartisipasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk kebiasaan mencuci tangan pakai sabun di kalangan anak-anak sejak dini, sehingga mampu mencegah penularan penyakit seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit lainnya. Program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) kebangsaan XIII dan masyarakat, anak – anak sekolah di Desa Salenrang.

Melalui langkah sederhana ini, saya percaya bahwa membangun generasi sehat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Senyum sehat anak desa adalah tujuan bersama yang harus terus dijaga dan diperjuangkan, ujar syahrul Ramadani.

(Beddu Lahi, Syahrul Ramadani).

You might also like