TEGASNEWS.COM – Enrekang, Kamis 7 Agustus 2025
Bank sampah “BUNCIS SMADA” yang dikelola oleh Devisi Lingkungan Hidup dan Sosial OSIS SMA Negeri 2 Enrekang SMA merupakan inisiatif yang bertujuan untuk mengajak siswa dan seluruh warga sekolah lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat keberlanjutan, bank sampah ini berfokus pada pengelolaan sampah plastik dan kertas yang dihasilkan oleh seluruh kelas di sekolah.
Setiap pekan, pengelola/pengurus bank sampah mengambil peran penting dalam pengelolaan sampah. Berikut adalah tahapan kegiatan yang dilakukan:
1. Pengumpulan Sampah : Sampah plastik dan kertas dikumpulkan dari semua kelas di sekolah. Kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada sampah yang terabaikan dan lingkungan sekolah tetap bersih.
2. Pemilahan Sampah : Setelah pengumpulan, sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Pemilahan ini penting agar sampah dapat diolah dan didaur ulang dengan lebih efektif.
3. Penimbangan Sampah : Sampah yang sudah dipilah kemudian ditimbang. Penimbangan ini memberikan gambaran berat sampah yang berhasil dikumpulkan dan menjadi acuan untuk penjualan.
4. Penjualan Sampah : Tim pengelola bank sampah kemudian menjual sampah yang sudah dipilah. Ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga memberikan pemasukan bagi kegiatan siswa di sekolah.
Setiap awal bulan, Tim Pengelola Bank Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang datang ke sekolah untuk membeli sampah yang telah dipilah. Kerjasama ini menjadikan program bank sampah lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya membantu pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya pengolahan limbah dan daur ulang. Dengan adanya bank sampah, siswa dilatih untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami dampak positif dari pengurangan sampah.
Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, kehadiran bank sampah juga dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya mengelola sampah dengan bijak, Ungkap Sukayono.(*)