Tim Pengabdian Dosen UMI melalui LPKM UMI Gelar PKM di Desa Padanglampe Kab. Pangkep

TEGASNEWS.COM – Pangkep. Tim Pengabdian Dosen UMI melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Desa Binaan di kantor Desa Padanglampe Kabupaten Pangkep, Kamis, 16 Oktober 2025.

Tim Pengabdian terdiri dari Kirana Ikhtiari,SE.,M.Ak sebagai ketua dan Dian Pusvita Azis,SH,MH sebagai anggota dengan memberikan pendampingan kepada kelompok PKK Desa Padanglampe dalam pembuatan produk ecoprint dengan menggunakan Daun Lokal.

Ketua Tim pelaksana, Kirana Ikhtiari,SE.,M.Ak mengatakan “kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan karena berdasarkan observasi awal, masih banyak anggota PKK yang ingin mulai berwirausaha tetapi tidak mengetahui produk apa yang ingin dijual. Selain itu, keterbatasan modal juga menjadi salah satu kendala untuk mulai berwirausaha.“ditengah isu global saat ini terkait dengan keberlangsungan lingkungan (SDGs),wirausaha juga dituntut untuk menghasilkan produk ramah lingkungan. Salah satu contoh produk yang bisa dihasilkan adalah produk tas kanvas yang dicetak dengan model ecoprint menggunakan daun lokal yang mudah ditemukan di sekitar rumah.
Ecoprint, teknik pencetakan alami dari tanaman, bukan hanya seni ramah lingkungan, tapi juga peluang emas untuk membuka manfaat nyata bagi masyarakat desa”, Ujarnya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini,banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh peserta pelatihan.
Pertama, manfaat ekonomi yang langsung terasa. Dengan belajar ecoprint, anggota PKK bisa mengubah daun-daun sederhana seperti daun jati, mahoni, atau tanaman liar menjadi tas kanvas cantik berpola alami yang siap dijual. Ini menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga dan memperkuat ekonomi keluarga.Nantinya,produk ini bisa dipasarkan ke pasar lokal atau online, atau bahkan menarik wisatawan yang mencari barang handmade berkelanjutan.

Kedua, pemberdayaan sosial dan keterampilan. Kegiatan ini membangun rasa percaya diri perempuan desa melalui pelatihan langsung, di mana mereka belajar teknik pewarnaan alami, pengeringan, dan desain. PKK sebagai wadah utama menjadi lebih aktif, mempererat silaturahmi antarwarga, dan mendorong kolaborasi antargenerasi sehingga masyarakat desa lebih mandiri, dengan pengetahuan baru yang bisa diterapkan untuk inovasi lain, seperti pengolahan limbah organik.

Ketiga, dampak lingkungan yang positif. Ecoprint memanfaatkan sumber daya lokal tanpa bahan kimia berbahaya, sehingga mendukung pelestarian alam desa. Daun-daun yang biasanya dibuang kini jadi aset berharga, mengajarkan masyarakat tentang daur ulang dan kesadaran ekologis. Ini sejalan dengan gerakan ramah lingkungan global, di mana desa binaan bisa bangga berkontribusi pada isu perubahan iklim.

Menurut pak Khairul selaku perangkat Desa Padanglampe “secara keseluruhan, pengabdian seperti ini bukan sekadar kegiatan sementara, tapi investasi jangka panjang untuk desa yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.Oleh karena itu,kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman dan pelatihan bagaimana menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi,menggunakan bahan alami sehingga tidak memerlukan modal yang besar serta menghasilkan produk yang ramah lingkungan,”Ungkapnya.

( Beddu Lahi/Andi Sri Resky).

You might also like