TEGASNEWS.COM – MAKASSAR. Program Studi Informatika Medis Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) menggelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Berbantuan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai upaya penguatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa, Sabtu 20 Desember 2025.
Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya publikasi ilmiah yang berkualitas, etis, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial dalam dunia akademik.
Wakil Rektor II Bidang Keuangan UTAMA, Muhammad Basyir, S.KM, M.Kes, kepada media Sabtu siang mengatakan workshop tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya pemanfaatan AI dalam proses penelitian dan penulisan karya ilmiah secara global.
“AI kini menjadi bagian dari ekosistem akademik. Karena itu, sivitas akademika perlu dibekali pemahaman yang tepat agar pemanfaatannya tetap berada dalam koridor etika dan integritas ilmiah,” ujar Basyir.
Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Dahlan Tahir, Ph.D. sebagai pemateri utama. Ia dikenal sebagai akademisi dan peneliti yang berpengalaman dalam metodologi riset, publikasi ilmiah, serta etika akademik.
Dalam pemaparannya, Prof. Dahlan menegaskan bahwa AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas penulisan ilmiah, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis, analisis, dan tanggung jawab intelektual penulis.
“AI dapat membantu peneliti dalam pemetaan literatur, penyusunan kerangka artikel, hingga perbaikan bahasa akademik. Namun, substansi ilmiah tetap menjadi tanggung jawab penuh penulis,” tegasnya.
Materi workshop mencakup pemanfaatan AI dalam pencarian literatur ilmiah, penyusunan struktur artikel, teknik parafrase sesuai standar publikasi, serta pembahasan mendalam mengenai etika akademik, termasuk isu plagiarisme, authorship, transparansi penggunaan AI, dan kepatuhan terhadap pedoman jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
Ketua Program Studi Informatika Medis UTAMA, Sukirno Kasau, menambahkan kegiatan ini merupakan wujud komitmen program studi dalam membangun budaya riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai keilmuan.
“Literasi AI yang disertai pemahaman etika menjadi kompetensi penting, khususnya di bidang informatika medis yang berada pada persimpangan teknologi, data, dan kesehatan,” jelasnya.
Melalui workshop ini, Prodi Informatika Medis UTAMA berharap dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah sivitas akademika, memperkuat pemahaman etika penggunaan AI, serta mendorong praktik penulisan ilmiah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap inovasi, dan berpegang teguh pada nilai-nilai akademik.***